Penyandang Disabilitas di Tempat Kerja: Kondisi dan Tantangannya di Indonesia sebagai Negara G20
Juni 22, 2022
Darmawan Prasetya, Eka Afrina Djamhari, Herni Ramdlaningrum, Aqilatul Layyinah, Muhammad Fawdy Renardy Wahyu + 3 penulis lainnya

Metrik

  • Eye Icon 27 kali dilihat
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 27 kali dilihat  //  0 kali diunduh
Abstrak

Laporan yang ada di tangan Anda saat ini merupakan laporan penelitian yang disusun dengan kesungguhan sekaligus merupakan dokumen sambutan atas akan dilaksanakannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pemimpin 20 negara atau G20 di Indonesia pada November 2022. Laporan ini tidak hanya ingin mengajak pembaca untuk mengetahui tantangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas di Indonesia tetapi juga bertujuan untuk memberikan catatan kritis mengenai “Penyandang Disabilitas di Tempat Kerja: Kondisi dan Tantangannya di Indonesia sebagai Negara G20”. Melalui laporan ini, kami ingin memanfaatkan KTT dalam melanjutkan pengarusutamaan hak-hak penyandang disabilitas. Laporan ini diharapkan dapat menjadi salah satu bukti yang dapat dibaca langsung oleh para pemimpin G20. Hal yang lebih penting, laporan ini diharapkan menjadi sumber informasi mutakhir tentang bagaimana kelompok disabilitas di dunia kerja di Indonesia.

Selanjutnya, laporan ini berupaya untuk memajukan pemahaman kolektif tentang bagaimana dan apa saja faktor pendukung dan penghambat penyandang disabilitas dalam mendapatkan keadilan sosial. Hak asasi manusia dan pekerjaan yang layak bagi seluruh angkatan kerja merupakan elemen kunci dari ekonomi dan masyarakat yang lebih inklusif tanpa terkecuali. Kebijakan disabilitas dalam dunia kerja di berbagai negara masih menghadapi sejumlah dilema dan tantangan yang erat kaitannya dengan heterogenitas kelompok. Kebijakan sering kali menemui jalan buntu manakala pendekatan yang dipakai one size fits all. Kebijakan yang cenderung generalis dengan maksud untuk menjawab seluruh persoalan, pada akhirnya justru meninggalkan persoalan.

Laporan ini turut menawarkan dukungan yang lebih intensif dengan mempelajari keragaman konteks serta interseksionalitas pada kelompok disabilitas. Hal ini diharapkan dapat mendorong perwujudan no one left behind. Pemenuhan akses bekerja akan berimplikasi pada kondisi pendukung seperti pendidikan dan infrasturktur yang lebih inklusif. Akhir kata, terima kasih kepada tim penelti PRAKARSA dan pelbagai pihak yang terlibat dalam proses penyusunan laporan ini. Saya berharap laporan ini akan memperkaya sumber pengetahuan yang telah ada serta memberikan penguat agar setiap pemangku kebijakan berkomitmen penuh dalam mewujudkan kondisi pendukung dan memastikan kebijakan yang ada terealisasi dan berdampak.

Teks lengkap
Show more arrow
 
Lainnya dari repositori ini
How the Indonesia-Netherlands tax treaty enables tax avoidance
Policy Brief 07 - Implementation Of e-Government in Indonesia, What Is Necessary?
Dampak Covid19 Terhadap UMKM Perempuan
🧐  Jelajahi semua dari repositori ini

Metrik

  • Eye Icon 27 kali dilihat
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 27 kali dilihat  //  0 kali diunduh