Policy brief // Perkumpulan PRAKARSA






Hilangnya Penerimaan Negara dari Aliran Keuangan Gelap di Sektor Perikanan dan Batu Bara di Indonesia
Maret 27, 2023
Rizky Deco Praha, Eka Afrina Djamhari

Metrik

  • Eye Icon 1 view
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 1 view  //  0 kali diunduh
Hilangnya Penerimaan Negara dari Aliran Keuangan Gelap di Sektor Perikanan dan Batu Bara di Indonesia Image
Abstrak

Pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir realisasi penerimaan Indonesia berhasil melampaui target APBN selama tahun anggaran 2021 dan 2022 tercatat masing-masing 15,35 persen dan 15,9 persen lebih tinggi dari target APBN (pada 2022 direvisi dengan Perpres 98/2022) (Kemenkeu, 2022 & 2023). Selama krisis dampak pandemi Covid-19, realisasi penerimaan negara perlu disikapi secara berimbang mengingat realisasi belanja negara pun tercatat melebihi target. Realisasi belanja negara mencapai Rp2.784,4 triliun atau 1,32 persen diatas target belanja tahun 2021.

Di sisi lain, studi PRAKARSA (2022) menyebut bahwa Indonesia mengalami kehilangan pendapatan selama 10 tahun senilai 5,58 miliar dolar AS atau setara 74 triliun rupiah (7,4 triliun rupiah per tahun). Kerugian ini berdasarkan dari empat sumber pajak yaitu PPN, Royalti, PPh Pasal 22 (2,5%) dan PPh (1,5%).

Seperti apa bentuk aktivitas yang menyebabkan kehilangan potensi penerimaan negara sebanyak itu? Apakah pemerintah belum memperhatikan kasus yang merugikan ini? Lalu apa rekomendasi yang ditawarkan PRAKARSA demi mengurangi aliran keuangan gelap tersebut?

Baca selengkapnya PRAKARSA Policy Brief edisi 37 “Hilangnya Penerimaan Negara dari Aliran Keuangan Gelap di Sektor Perikanan dan Batu Bara di Indonesia” berikut ini.

Teks lengkap
Show more arrow
 

Metrik

  • Eye Icon 1 view
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 1 view  //  0 kali diunduh