Policy analysis // Perkumpulan PRAKARSA






Policy Review 03 - Paradok Kekayaan Berlipat dan Indeks Kelaparan yang Mandek
Desember 2012
Victoria Fanggidae, Ah Maftuchan, Nawa Poerwana Thalo, Luhur Fajar Martha, B. Chelvi Yuliastuti + 1 more author

Metrik

  • Eye Icon 498 kali dilihat
  • Download Icon 183 downloads
Metrics Icon 498 kali dilihat  //  183 downloads
Abstrak

Jauh dari pujian internasional sebagai negara ekonomi raksasa masa depan, kinerja Indonesia paling dasar yaitu menanggulangi masalah kelaparan ternyata paling buruk di Asia Tenggara. Berdasarkan data Global Hunger Index (GHI) atau Indeks Kelaparan Global, Indonesia tak mengalami perbaikan berarti selama sembilan tahun terakhir. Jangankan dibandingkan Malaysia, Thailand, Vietnam atau Filipina, kinerja Indonesia bahkan jauh di bawah Laos dan Kamboja.

Paradoksnya, pada kurun waktu hampir bersamaan jumlah orang kaya di Indonesia meningkat lima kali lipat. Indonesia adalah negara paling spektakuler dengan peningkatan jumlah orang kaya tercepat di dunia dalam dekade ini. Akumulasi total 40 orang terkaya telah setara dengan kekayaan 77 juta penduduk pada tahun 2011. Kesenjangan Indonesia kini terburuk sepanjang sejarah dengan koefisien Gini yang telah mencapai 0,41. Situasi ini sangat mendesak untuk diperbaiki sebelum ketidakpuasan meledak akibat rasa keadilan sosial yang makin terkoyak.

Full text
Show more arrow
 
More from this repository
Universal Health Coverage: Tracking Indonesia’s Progress
The Go-Jek problem: Congestion, Informality and Innovation in Urban Transport in Indonesia
The Impact of COVID-19 on Women-led MSMEs
🧐  Browse all from this repository

Metrik

  • Eye Icon 498 kali dilihat
  • Download Icon 183 downloads
Metrics Icon 498 kali dilihat  //  183 downloads