Metrics

  • visibility 68 views
  • get_app 0 downloads
description Guide public Perkumpulan PRAKARSA

White Paper Pemenuhan Hak-Hak Lansia Untuk Hidup Setara, Sejahtera, dan Bermartabat

Adhi Santika, Eka Afrina Djamhari, Herni Ramdlaningrum, Mickael Bobby Hoelman
Published 10 Fevereiro 2021

Abstract

Populasi penduduk dunia pada tahun 2050 diperkirakan melampaui sembilan miliar penduduk. Populasi penduduk usia 60 tahun ke atas akan meningkat tiga kali lipat dari jumlah populasi tersebut. PBB memperkirakan jumlah penduduk lansia akan mencapai 74 juta pada tahun 2050 (25 persen populasi penduduk dunia). Di kawasan Asia Tenggara perkiraan mengenai penuaan penduduk juga terjadi bersamaan dengan puncak bonus demografi. Struktur penduduk Indonesia sendiri pada tahun 2025 diproyeksikan mengalami bonus demografi dan memasuki awal penuaan penduduk (ageing population). Dengan kondisi ini, negara berkewajiban untuk memenuhi perlindungan sosial dan pemenuhan hak-hak lansia serta memastikan lansia hidup sejahtera dan bermartabat. Akan tetapi, kebijakan yang ada sampai saat ini dinilai belum adaptif dan berkembang sesuai dengan konteks kebutuhan yang ada dan proyeksi masa yang akan datang.

Kondisi lansia di Indonesia yang belum mandiri membuat Indonesia perlu mempersiapkan periode lendakan penduduk lansia dengan baik. Data menunjukkan bahwa kebanyakan lansia masih banyak yang hidup dalam keadaan sangat miskin dan terlantar dan masih belum terjangkau program perlindungan sosial. White paper ini, bermaksud untuk mengupas kondisi kelembagaan, kerangka regulasi, program-program perlindungan, dan pemberdayaan lansia. White paper ini menawarkan gagasan tentang bagaimana perlindungan lansia seharusnya diberikan. Selain itu, white paper ini merupakan alat untuk mengajak seluruh elemen pemangku kebijakan (eksekutif, legislatif, swasta, dan organisasi masyarakat sipil) untuk secara terbuka bersama-sama membangun visi dan misi kesejahteraan dan kesetaraan lansia sebagai elemen terpenting dalam bangsa ini.

Terdapat beberapa tantangan yang juga dihadapi oleh lansia baik secara sosial, ekonomi, dan politik. Secara sosial, lansia kurang mendapat penghormatan dari masyarakat. Secara ekonomi, lansia umumnya berada pada situasi miskin karena tidak cukup mendapatkan bantuan dari pemerintah dan tidak memiliki akses pada sumber daya ekonomi. Secara politik, keterlibatan lansia dalam partisipasi publik sangat rendah dan tingkat partisipasi mereka ditentukan oleh status sosial ekonomi mereka sebelumnya. Secara kelembagaan, meskipun terdapat kelembagaan yang mengurusi isu kelanjutusiaan namun belum sepenuhnya mampu mengakomodir permasalahan lansia.

Mengenai kerangka regulasi sendiri, sudah terdapat beberapa regulasi yang sudah mengatur kebijakan mengenai lansia. Namun, regulasi tersebut perlu ditinjau ulang guna melakukan perubahan sistem perlindungan sosial bagi lansia di Indonesia dan lebih kontekstual. White paper mengulas pula skema kontribusi dan non-kontribusi bagi penyelenggaraan program perlindungan sosial. Sudah saatnya kita melakukan perbaikan di berbagai elemen sehingga dapat mendukung kesejahteraan lansia di Indonesia. Simak informasi lengkapnya dalam laporan ini, selamat membaca!

Full text

 

Metrics

  • visibility 68 views
  • get_app 0 downloads